Monday, April 22, 2013

Tiga Golongan Manusia


Jika diklasifikasikan secara kasar, ada 3 golongan manusia dalam memandang manusia  
                Golongan pertama, yang berpandangan “Dunia No, Akhirat Yes”. Golongan ini tidak atau kurang mempedulikan urusan dunia. Sebaliknya mereka hanya menyimpan diri dalam urusan akhirat semata. Bagi mereka urusan pakaian, tempat tinggal, bahkan keluarga tidak terlalu penting. Contohnya: dimasa rasulullah saw golongan ini juga ada, mereka diwakili oleh 3 orang yang datang menghadap beliau, sebagaimana yang diriwayatkan Annas bin Malik tentang 3 orang yang ingin Uzlah karena meniru rasulullah saw dalam beribadah. Salah satu di antara mereka menyatakan keinginannya untuk solat malam sepanjang waktu, yang kedua ingin berpuasa dahr dan tidak terputus, sementara yang ketiga tidak ingin menikahi wanita selamanya.
                Golongan kedua, yang berpandangan “Dunia Yes, Akhirat No”. golongan ini berpandagan bahwa dunia ini seluruhnya adalah materi dan apa yang ada di hadapannya adalah kehidupan yang sebenarnya. Mereka hanya percaya terhadap apa yang dilihat dengan kasat mata dan dapat dirasakan oleh indera. Diluar itu mereka tidak percaya. Mereka tidak percaya alam ghaib, termasuk alam kubur, alam akhirat, bahkan mereka tidak percaya terhadap ALLAH SWT.
                Golongan ketiga, yang berpandangan “Dunia Yes, Akhirat Yes”. Golongan ini memadang dunia bagai jembatan yang mengantarkan pada tujuan hidup yang sebenarnya. Dunia bagi mereka penting, demikian juga akhirat jauh lebih penting, kedua duanya tidak ada yang di abaikan, karunia hidup didunia dinikmati dan disyukuri, sementara kehidupan akhirat dikejar dan dicari.
                Golongan ini memandang dunia tidak lebih dari sebuah ladang yang subur untuk bercocok tanam. Itulah sebabnya mereka tidak pernah berhenti beribadah, mengais rezeki, bermuamalah, memberi nafkah keluarga dan bermasyarakat guna mencari ridha illahi yang kelak hasilnya dapat dipanen di akhirat.

Sumber: majalah hidayatullah edisi 05

Kiat Mengimani Para Rasul


 Mampukah manusia meneladani para Nabi sekaligus melanjutkan Risalah yang telah diwariskan kepadanya? Jawabannya, YA. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.
                Pertama, meyakini bahwa ALLAH SWT senantiasa mengutus seorang nabi dan rasul kepada suatu kaum yang telah melupakan penciptaNYA, lupa hak dan kewajibannya, bahkan melakukan perbuatan keji dan mungkar serta kemusyrikan. Mereka yang di utus ALLAH SWT membawa syariat khusus untuk kaumnya atau membawa syariat yang sebelumnya di perbaharui. Tanpa mengimani rasul maka amal kebaikan gugur serta jauh dari rahmat ALLAH SWT.
                Kedua, menjadikan nabi dan rasul sebagai teladan dalam kehidupan. Setiap kaum yang dipimpin dan di bimbing langsung oleh seorang nabi dan rasul niscaya akan senantiasa melahirkan peradaban terbaik bagi manusia. Karena faktor inilah maka manusia tidak boleh dibiarkan hidup tanpa seorang figur pemimpin yang dapat di teladani sekaligus mengantarkan manusia mencapai keselamatan hidup di dunia maupun akhirat.
                Ketiga, contoh puncak keteladanan manusia yang terletak pada diri Rasulullah saw karena ALLAH SWT tidak menurunkan nabi dan rasul sesudahnya. Dengan demikian esensi beriman kepada rasul adalah pengakuan secara tulus, baik melalui ucapan, perbuatan dan pembenaran dengan hatinya akan keberadaan Muhammad saw sebagai hamba dan utusanNYA.

Sumber : majalah hidayatullah edisi 05

Friday, April 19, 2013

Cara Memakai Jilbab Segi Empat Motif Modis

Cara Memakai Jilbab Segi Empat Motif Modis

Cara memakai jilbab segi empat motif modis memang selalu diminati. Wanita mana yang tidak ingin tampil modis? Pasti semua wanita ingin terlihat trendy dengan busana yang dikenakan. Berikut ini salah satu cara memakai jilbab kreasi menggunakan jilbab segi empat yang dapat mengubah penampilan Anda menjadi menawan.
Banyaknya aneka Cara Memakai Jilbab memudahkan kita dalam memilih kreasi yang ingin kita kenakan. Kita bisa bebas berekspresi dengan busana dan jilbab sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Untuk pemakaian yang simple dan modis, Anda bisa mencoba tutorial berikut ini seperti yang dikutip dari vemale.com. Tertarik? Segera simak ulasannya dibawah ini.
 
Persiapkan :
  • Inner jilbab ninja
  • Jilbab segi empat motif
  •  Jarum pentul
1. Langkah pertama, pakai inner jilbab ninnja Anda kemudian siapkan jilbab segi empat motif yang Anda miliki.
2. Langka kedua, Ambil salah satu ujung jilbab segi empat dan letakkan di atas kepala Anda seperti yang terlihat pada gambar diatas, kemudian sematkan dengan jarum pentul agar posisinya tidak bergeser.
3. Langkah ketiga, bentangkan seluruh sisi jilbab Anda ke depan badan seperti yang terlihat pada gambar diatas, kemudian pastikan Anda bisa memegang ujung kanan dan kiri jilbab.
4. Langkah keempat, tarik jilbab yang Anda pegang tadi dengan tangan kanan ke bagian belakang tubuh Anda. Kemudian pegang dengan tangan kiri Anda.
5. Langkah kelima, angkat bagian jilbab yang menjuntai dan letakkan di atas kepala Anda.
6. Terakhir, sematkan jilbab yang terletak di bagian kiri kepala Anda menggunakan jarum pentul agar tidak terbuka.
 Kini jilbab Anda sudah terihat modis, anggun, dan tetap syar'i.
Referensi :
http://cara-memakai-jilbab-kreasi.blogspot.com/2013/04/cara-memakai-jilbab-segi-empat-motif.html

Semut Si Peramal Gempa

         Juli 2008, pria Turki bernama Khadir Sutcu mengirimkan ribuan email untuk memperingatkan akan terjadinya gempa. percaya tidak percaya, gempa itu kemudian benar terjadi. Kadir bukan ilmuwan ia memprediksi gempa berdasarkan pengamatan atas perilaku semut peliharaannya. sekitar 24 jam sebelum gempa, semut semutnya terlihat panik dan sebagian mati.
         Keunikan semut juga menjadi perhatian ilmuwan Ulrirch Schreiber dari Universitas Duisburg-Essen, Jerman. ia sampai sekarang masih mengawasi perilaku semut dengan guna mengembangkan sistem peringatan dini.
         Pakar Geologi itu sangat yakin hubungan antara patahan bumi dengan semut bukanlah suatu kebetulan semata. ada jenis semut, seperti semut merah yang mampu membuat sarang hingga tinggi menjulang, kerap membuat rumahnya didaerah patahan muka bumi.
         Menurut Schreiber, gas dari dalam bumi sepertinya dipergunakan semut untuk menghangatkan sarang, sementara celah dekat  permukaan tanah dimanfaatkan untuk mendapatkan kelembaban. Berdasarkan pengamatanya, semut menampakan perilaku nocturnal yang jauh lebih aktif menjelang terjadinya gempa. Diperkirakan, itu merupakan reaksi dari perubahan tekanan gas atau sinyal elektromagnetik di patahan bumi sekitar sarang semut.
       Saat berkunjung ke L'Aquill,  Italia beberapa tahun lalu setelah terjadi gempa besar Schreiber menemukan adanya bekas sarang semut dipatahan gempa.

sumber : Suara Hidayatullah

Tuesday, March 19, 2013

Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

       Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keanekaragaman (pendapat, kepercayaan, hubungan, dsb) memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapatbersatu guna memelihara keutuhan negaranya.Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas(mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat..
      Suatu bangsa dalam menyelengarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya, yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait-mengait antara filosofi bangsa, idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi, keadaan alam dan wilayah serta
pengalaman sejarah .
      Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik sehinga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaannya.


B. Maksud atau Tujuan
1. Menambah ilmu pengetahuan kita sebagai mahasiswa tentang wawasan        nusantara;
2. menambah nilai untuk mata kuliah SoftSkill;
3. Semoga bermanfaat bagi pembaca;







BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Wawasan Nusantara
Cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai srategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah.
B. Unsur Dasar Wawasan Nusantara.
1. Wadah
Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur dan infra struktur politik.
2. Isi
Aspirasi bangsa yang berkembang dimasyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.
3. Tata Laku
1. Tata Laku Bathiniah
2. Tata Laku Lahiriah
kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas Jati diri bangsa.
C. Asas Wawasan Nusantara
1. Kepentingan;
2. keadilan;
3. Kejujuran;
4. Solidaritas;
5. Kerjasama;
6. Kesetiaan terhadap kesepakatan;
D. Kedudukan Wawasan Nusantara
1. Pancasila => Landasan Idiil
2. UUD 1945 => Landasan Konstitusional
3. Visi Bangsa => Landasan Visional
4. Ketahanan Nasional => Landasan Konsepsional
5. GBHN => Landasan Operasional
Fungsi Wawasan nusantara ialah pedoman, motivasi, dorongan, rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan keputusan, tindakan, dan perbuatan.
Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa/daerah.
E. Implementasi Wawasan Nusantara
1. Implementasi dalam kehidupan politik, adalah menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
2. Implementasi dalam kehidupan Ekonomi, adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
3.Implementasi dalam kehidupan Sosial Budaya, adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup di sekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.
4. Implementasi dalam kehidupan Pertahanan Keamanan, adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.
Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa :
1. Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup;
2. Jiwa, tekad dan semangat manusia / rakyat;
3. Lingkungan;
  Keberhasilan Implementasi Wasantara Diperlukan kesadaran WNI untuk :
1 . Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan warganegara
dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
2. Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan
kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara pandang. 
 
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kata Wawasan berasal dari bahasa jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang suatu bangsa yang menegara tentang diri dan lingkungannya.
Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik sehingga wawasan harus mampu memberi Inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan.

















BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Dosen SoftSkill Pendidikan Kewarganegaraan.Wawasan Nusantara.Universitas Gunadarma:Jakarta.